Branding is Evolving: Mengenal Prioritas dalam percakapan Viralitas dan Kredibilitas
Namun, sering kali terjadi kerancuan di antaranya. Banyak
yang beranggapan viralitas lebih relevan dan populer dipakai acuan respons
publik, sementara yang lain mengklaim viralitas hanya pseudo-achievement.
Padahal, viralitas dan kredibilitas adalah dua hal yang berbeda. Keduanya hadir
dengan impact yang sama penting. Tentunya dengan fungsi dan risikonya
masing-masing.
Alih-alih mempertentangkan keduanya, ada baiknya sejenak
kita kembali pada esensi dasar yang perlu digarisbawahi: "Branding is
Evolving."
Branding bukan sekadar satu pekerjaan yang ditempuh
dengan satu cara, melainkan sebuah proses multi-dimensi. Ia membutuhkan
berbagai elemen, strategi, dan pendekatan yang bisa saling mengisi untuk
mencapai tujuan yang lebih besar. Maka sebelum menentukan cara mana yang lebih
diperlukan, mari kita pahami keduanya sebagai alat yang bisa saling melengkapi
dalam brand strategy Anda.
1. Viralitas: Letupan Gempita yang Memukau
Viralitas adalah kemampuan suatu konten untuk menyebar
dengan sangat cepat dalam waktu singkat. Anggap saja ini seperti kompor gas.
Cepat panas, bisa digunakan untuk memasak dengan instan, dan efisien jika Anda
butuh hasil dalam waktu singkat. Namun, seperti letupan pada umumnya, ia akan
selalu bersifat sesaat dan kemudian senyap.
Fungsi:
- Booster
Cepat: Viralitas bisa menjadi "starter pack" untuk
mengenalkan brand Anda ke audiens yang sangat luas dalam waktu
singkat.
- Meningkatkan
Awareness: Ketika konten viral, nama brand Anda otomatis
menjadi perbincangan. Ini bisa sangat efektif untuk campaign jangka
pendek.
- Potensi
Konversi: Lonjakan trafik dari konten viral bisa mendatangkan banyak
pelanggan baru.
Risiko:
- Tidak
Terkendali: Konten viral bisa menyebar ke mana-mana, termasuk ke
audiens yang tidak relevan, bahkan bisa memicu interpretasi negatif.
- Tidak
Berkelanjutan: Hype viralitas bersifat sementara. Setelah
keramaian mereda, brand bisa kehilangan momentum dengan cepat jika
tidak ada strategi lanjutan.
- Kurang
Kredibel: Keterkenalan yang didapat dari viralitas sering kali tidak
disertai dengan kepercayaan. Publik mungkin mengenal brand Anda,
tetapi belum tentu mempercayainya.
- Costs
over Time: Viralitas seringkali membutuhkan investasi finansial yang
besar untuk mencapai jangkauan luas dalam waktu singkat, yang bisa menjadi
tidak efisien dalam jangka panjang.
2. Kredibilitas: Kerangka Substansial yang Penuh Perencanaan
Kredibilitas adalah kemampuan untuk dipercaya, jujur, dan
dapat diandalkan. Ini adalah modal terpenting dalam membangun hubungan dengan
audiens. Kredibilitas itu seperti kompor kayu bakar. Membutuhkan waktu
lama untuk dinyalakan dan diatur, tetapi api yang dihasilkannya stabil, hangat,
dan bisa digunakan untuk memasak dalam waktu yang sangat lama.
Fungsi:
- Membangun
Kepercayaan: Kredibilitas menciptakan fondasi yang kokoh, membuat
audiens percaya pada kualitas produk dan janji brand.
- Retensi
dan Loyalitas: Pelanggan yang mempercayai brand Anda cenderung
akan kembali dan menjadi pendukung setia.
- Ketahanan:
Brand yang kredibel lebih tangguh menghadapi krisis atau
persaingan, karena sudah punya reputasi yang kuat di mata publik.
Risiko:
- Lambat:
Proses membangun kredibilitas membutuhkan waktu yang sangat lama, sering
kali bertahun-tahun.
- Tidak
Meledak-ledak: Pertumbuhan brand yang fokus pada kredibilitas
cenderung stabil, tidak ada lonjakan instan seperti brand yang
viral.
- Membutuhkan
Komitmen: Membangun kredibilitas butuh komitmen yang konsisten,
persisten, dan berkelanjutan di setiap aspek brand.
- Time
over Costs: Investasi terbesar dalam membangun kredibilitas adalah
waktu yang tak terukur, yang kadang terlihat tidak efisien dibandingkan
biaya untuk konten viral.
Branding Priority: Membaca Progress, Menentukan Arah dan Mengedepankan Keberlanjutan
Dengan memahami karakteristik dan sifat bawaan yang dimiliki
Viralitas dan Kredibilitas, kita dapat menentukan perilaku seperti apa yang
sedang dibutuhkan oleh setiap brand. Adapun faktor-faktor yang perlu
diperhatikan sebelum memilih jenis branding yang akan ditempuh antara
lain:
- Membaca
Progress: Kedekatan Anda dengan data dan laporan kemajuan menjadi
krusial. Membaca progress membantu menentukan prioritas dan
intensitas langkah selanjutnya, menjadikan efektivitas dan efisiensi
sebagai nilai utama.
- Menentukan
Arah: Cermat dan pahami potensi brand Anda di tengah linimasa.
Pada momentum, sasaran, dan metode yang tepat, aktivitas branding
tidak dituntun oleh target impulsif semata, melainkan lebih terukur dan
tepat guna.
- Mengedepankan Keberlanjutan: Mengutamakan pencapaian branding yang berkesinambungan. Viralitas maupun kredibilitas yang dibangun akan terasa hambar jika gagal menciptakan ruang percakapan yang nyaman dengan audiensnya, karena hal ini penting untuk menghadirkan chain effect secara berkelanjutan antar setiap Brand Action yang dirilis.
Epilog: Chain Effect is more important than Standalone Approach
Branding yang cerdas tidak hanya memilih salah satu
dari keduanya. Sebaliknya, ia menyadari bahwa viralitas dan kredibilitas
adalah proses mata rantai yang harus saling terkait.
Viralitas adalah percikan api yang menyalakan gempita.
Kredibilitas adalah panas stabil yang menghangatkan brand Anda dalam
jangka panjang. Pahami bahwa percikan api viral tidak akan berarti apa-apa jika
tidak diikuti dengan pembangunan kepercayaan yang kokoh.
Pada akhirnya, branding yang bijak bukanlah tentang
mana yang lebih baik, tetapi tentang bagaimana menguasai orkestrasi yang
tepat untuk menjadikan viralitas dan kredibilitas sebagai sebuah rangkaian tak
terputus.
Selamat Merangkai.
Di tengah kebisingan digital, brand Anda butuh strategi untuk didengar. Kami di Inline Creations hadir sebagai brand communicator yang siap membantu, dari perencanaan hingga eksekusi. Mari bersinergi.
Reach us on:+6281 217 073 216 | +62 812-3805-339


Comments
Post a Comment